Tugas dan Tanggung Jawab Satuan Pengawasan Intern

Saat ini SPI berkedudukan di Kantor Pusat dengan jumlah personal sebanyak 26 orang. Sesuai Internal Audit Charter yang ditandatangani bersama oleh Direksi dan Komisaris pada tanggal 17 Februari 2006, SPI berfungsi sebagai berikut :
• Membantu Direktur Utama dalam menyelenggarakan penilaian atas sistem pengendalian, pengelolaan serta memberi saran perbaikan.
• Sebagai Mitra strategic Unit Kerja dalam mencapai sasaran usaha.
• Sebagai konsultan bagi peningkatan pengelolaan risiko, pengendalian dan penerapan prinsip-prinsip GCG.
• Sebagai Mitra Kerja dari Komite Audit dan Auditor Eksternal.

Tugas dan Tanggung-jawab Divisi Satuan Pengawasan Intern

  1. Menyusun dan melaksanakan rencana audit internal tahunan.
  2. Memastikan atau mengevaluasi pelaksanaan pengendalian intern dan sistem manajemen risiko pada unit terkait sesuai dengan kebijakan perusahaan.
  3. Melakukan evaluasi dan validasi terhadap sistem yang berjalan maupun yang baru akan diimplementasikan mengenai pengendalian, pengelolaan, pemantauan efektivitas serta efisiensi sistem dan prosedur untuk setiap unit Perusahaan.
  4. Melakukan penilaian dan pemantauan mengenai sistem pengendalian informasi dan komunikasi.
  5. Melaksanakan tugas khusus dalam lingkup pengendalian intern (termasuk pendamping/counterpart auditor eksternal, konsultan) yang ditugaskan oleh Direktur Utama.

Wewenang Divisi Satuan Pengawasan Intern

  1. Menyusun, mengubah dan melaksanakan Piagam Audit Internal termasuk menentukan prosedur dan lingkup pelaksanaan pekerjaan audit.
  2. Mendapatkan akses terhadap semua dokumen, data, pencatatan, personal dan fisik, informasi atas objek audit yang dilaksanakan berkaitan dengan pelaksanaan tugas.
  3. Melakukan verifikasi dan uji kehandalan terhadap informasi yang diperoleh, dalam kaitan dengan penilaian efektivitas sistem audit.
  4. Menilai dan menganalisa aktivitas Perusahaan, namun tidak mempunyai kewenangan dalam pelaksanaan dan tanggung jawab atas aktivitas yang direview/diaudit.
  5. Mengalokasikan sumber daya auditor internal, menentukan fokus, ruang lingkup dan menyusun program audit, penerapan teknik yang dipandang perlu untuk mencapai tujuan audit, mengklarifikasi dan membicarakan hasil audit, meminta tanggapan lisan/tertulis pada auditee, memberikan saran dan rekomendasi.
  6. Mendapatkan saran dari nara sumber yang profesional dalam kegiatan auditing.
  7. Menyampaikan laporan dan melakukan konsultasi dengan Direktur Utama, berkoordinasi dengan pimpinan lainnya dan jika diminta oleh pimpinan dapat memberikan peringatan/warning atau teguran bila terjadi penyimpangan.
  8. Mengusulkan staf Divisi Satuan Pengawasan Intern untuk promosi, rotasi, mengikuti pendidikan, pelatihan, seminar dan kursus yang berkaitan dengan kelancaran tugas-tugas audit atau untuk memenuhi kompetensi staf/ auditor sesuai tuntutan dan jenjang karier yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.