SALAH INPUT BERAKIBAT SALAH OUT PUT

Untuk mengetahui proses alur e-dapem dan pertanggung jawaban keuangan, 24 dan 25 Oktober 2012, bertempat di Bank Jateng Kantor Cabang Utama Semarang dilakukan Sosialisasi Penerapan Sistem Pembayaran Pensiun Elektronik e-Dapem bagi Kepala Seksi Pelayanan, CSR, Teller dan Back office Bank Jateng se- Jawa Tengah.

E-Dapem untuk mitra bayar Bank Jateng untuk pertama kali diuji cabakan di wilayah Pekalongan tanggal 8 Oktober 2012 dan selanjutnya akan diuji cobakan lagi pada minggu ke empat bulan Oktober 2012.

 

 

Kepala Devisi Pemasaran Bank Jateng KCU Semarang, Radjim, dalam sambutannya mengatakan kata kunci berjalan baik dan tidaknya implementasi e-dapem ini adalah di kantor cabang. Ada-kode-kode tertentu bagi para pensiunan yang datang sendiri, menggunakan surat kuasa, pensiun peninggalan dan adanya system early warning system, yaitu peringatan dini ketika ada hal-hal yang tidak sesuai seperti pensiunan yang seharusnya mengambil sendiri tidak dengan surat kuasa lagi. Dengan demikian ke depan tidak akan terjadi orang yang tidak berhak masih menerima, orang yang sudah meninggal tapi pensiunannya masih dibayarkan. Oleh karenanya Radjim mengingatkan agar tidak terjadi salah input kode, karena Salah input berakibat salah output dan akan berakibat fatal. Lebih lanjut Radjim menyampaikan bahwa Bank Jateng termasuk Bank nomor 4 terbesar sebagai mitra kerja Taspen setelah mitra bayar lainnya secara nasional. Sehingga Bank Jateng ini adalah mitra kerja Taspen terbesar dibadingkan BPD lain di seluruh Indonesia yang membayarkan 42.605 pensiunan dengan nominal Rp. 97,7 milyar.

Pada kesempatan itu Kepala PT Taspen (Persero) KCU Semarang, A.A.NGR Oka Muliawan berpesan kepada insan Bank Jateng agar melayani dengan 5 Tepat, yaitu tepat orang, tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat dan tepat administrasi; melayani para pensiunan dengan sepenuh hati seperti orang tua sendiri, karena kadang-kadang sudah sepuh dan untuk menulis saja sudah gemetaran, maka harus dibantu dan dilayani dengan sebaik-baiknya. Oka menambahkan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan pembayaran pensiun melalui Elektronik e-dapem terutama dalam mencantumkan kode transaksi.

Sosialisasi ketaspenan dan e-dapem disampaikan oleh Kepala PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Utama Semarang, A.A.NGR. Oka Muliawan, didampingi Kepala bidang Keuangan, Eko Sumiyati, Kepala Bidang Pelayanan, Joko Susilo Murti, dan Kepala Bidang SI, Daryono. ( Muarik )