|
Halaman 1 dari 8
Strategi, Kebijakan dan Program Kerja
Direktorat Utama
|
No
|
Sasaran
|
Strategi
|
Kebijakan
|
Program Kerja
|
| 1 |
Penerbitan 41 Laporan Hasil Audit (LHA) pada 41 auditee |
- Auditee sebagai patner kerja Auditors
- Audit ditekankan pada pelaksanaan performance audit dan compliance audit setiap lini organisasi
|
- Peningkatan sinergi audit dengan pihak auditor eksternal
- Pelaksanaan audit lebih fokus pada pelaksanaan pelayanaan kepada peserta yang diarahkan pada audit keuangan, manajemen dan sistem informasi
- Pemanfaatan program aplikasi audit SPI
- Pemanfaatan LHA sebagai dasar pengambilan keputusan pihak manajemen
|
- Membuat perencanaan audit, pelaksanaan audit pada unit kerja Kantor Pusat dan Kantor Cabang sesuai Program Kerja Pemeriksaan Tahunan (PKPT)
- Melaksanakan audit khusus jika terindikasi adanya penyimpangan
- Menyelesaikan LHA tepat waktu sehingga bermanfaat bagi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan
- Melakukan monitoring/pemantauan Tindak Lanjut (TL) baik terhadap temuan auditor internal amupun auditor eksternal
- Melakukan dukungan kepada auditor eksternal dalam rangka percepatan penyelesaian audit
|
| 2 |
Penerapan kebijakan manajemen risiko perusahaan Juli-September 2007 |
Pemetaan titik-titik risiko pada setiap fungsi |
Bersinergi dengan Komite Audit Penyusunan Pedoman Based Risk Audit |
- Melakukan audit terhadap efektivitas pelaksanaan penanganan risiko (Based Risk Audit)
- Memberikan masukan terhadap pelaksanaan proses manajemen risiko perusahaan
- Memberikan saran dan rekomendasi kepada Direksi, Komite Risiko dan Unit Risk Manajemen terhadap hasil audit
|
| 3 |
Peningkatan pengendalian untuk terciptanya Early Warning System Jan-Desember 2007 |
- Peningkatan pemahaman sistem pengendalian intern pada setiap level jajaran manajemen
- Peningkatan pemahaman Control Self Assesment (CSA)
|
- Penyempurnaan Pedoman Audit SPI
- Pendidikan dan pelatihan bagi auditor sesuai bidang/fungsi masing-masing auditor
- Distribusi audit charter kepada seluruh jajaran manajemen
- GCG dijadikan landasan operasional bagi seluruh unit kerja
|
- Menyertakan pendidikan dan pelatihan kepada seluruh auditor sesuai bidang/fungsi masing-masing auditor
- Mengikuti workshop/seminar yang berkaitan dengan audit
- Memanfaatkan hasil audit fungsional
- Pengendali KC/AMI sebagai dasar lingkup audit SPI
- Mensosialisasikan Pedoman Audit SPI kepada seluruh auditee/jajaran manajemen
- Monitoring implementasi GCG pada seluruh unit kerja
- Monitoring pelaksanaan Code of Conduct (etika usaha dan etika kerja) pada seluruh unit kerja
|
|