Info Penerimaan Calon Karyawan

...::: Info Lelang :::...

Info Lelang

Info Kegiatan

Info Pengajian Bulanan

...::: Kantor Pusat :::...

Kantor Pusat / Divisi
 
Susunan Direksi & Komisaris

english version

Direktur Utama : Agus Haryanto

Direktur Utama - Agus

Agus Haryanto menamatkan studinya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1982. Selanjutnya pada tahun 1987 ia memperoleh beasiswa pendidikan di Universitas Colorado, USA. Gelar Master of Arts in Economics dan Doctor of Philosophy (PhD) in Economis diraihnya masing-masing pada tahun 1986 dan 1991.

Setiba di tanah air, Agus memperoleh penugasan sebagai Kepala Subdirektorat Administrasi Kas Negara pada Direktorat Jenderal Anggaran di Departemen Keuangan (1991-1992). Setahun kemudian ia memegang jabatan sebagai Kepala Biro Analisa Moneter, Badan Analisa Keuangan dan Moneter. Pada tahun 1993-1998 ia mendapatkan tanggung jawab sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas. Kariernya di Departemen Keuangan terus menanjak dengan dijabatnya Sekretaris Jenderal dua kali, yaitu pada tahun 1998-2000 dan 2002-2004.

Lebarnya wawasan Agus kemudian teruji dengan penugasan sebagai Direktur Eksekutif Asian Development Bank mewakili Cook Islands, Fiji Islands, Indonesia, Kyrgys Republic, New Zealand, Samoa dan Tonga (2004-2007). Berikutnya ia kembali bertugas di Departemen Keuangan sebagai Pejabat Diperbantukan pada Sekretariat Jenderal. Pada tahun 2008 ia ditunjuk sebagai Direktur Utama Taspen.

[Kembali ke atas]

Direktur SDM : Karsidi

Direktur SDM - Drs. Djoko DaljonoLahir pada 10 April 1954, Karsidi menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Sosial Politik/Administrasi Negara di Universitas Sam Ratulangi, Manado pada tahun 1981.

Berbagai program pendidikan dan pelatihan, baik di dalam maupun di luar negeri pernah diikutinya, antara lain Live Insurance di Tokyo (1994); Assesment Management di Bandung (1997); Service Excellent di Jakarta (2002); dan Managing Beliefs and Values (2004).

Karier pria asal Klaten ini berawal di Departemen Keuangan dengan menjabat Kepala Sub Seksi Pembangunan di KPN Manado. Kemudian menjadi Kepala Seksi Pembiayaan di KPN Bantaeng dan Kepala Seksi Umum di KPN Mataram. Pada tahun 1991 Karsidi mulai bekerja di Taspen sebagai Kepala Cabang Surakarta. Selanjutnya kariernya semakin melejit dengan pemberian amanah sebagai Kepala Cabang Purwokerto, Kepala Cabang Utama Semarang, Manajer Utama Divisi Sumber Daya Manusia dan Manajer Utama Perbendaharaan. Selain berkarier di Taspen, ia pernah diperbantukan di anak perusahaan, yaitu sebagai Direktur Operasi dan Pemasaran PT Arthaloka Indonesia.

Sementara kemampuan berorganisasinya terasah dengan aktif di berbagai badan organisasi. Ia ditunjuk sebagai Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Jawa Tengah pada tahun 1995-1997 dan Ketua Asosiasi Pengelola Gedung BUMN untuk kepengurusan 2006-2009.

Kemudian pada tanggal 15 Januari 2008 ia dilantik Menteri Negara BUMN sebagai Direktur Sumber Daya Manusia Taspen.

[Kembali ke atas]

Direktur Investasi : Taufik Hidayat

Taufik Hidayat menamatkan pendidikan terakhirnya di The University of Queensland, Australia pada tahun 1990 dengan meraih gelar master dalam bidang ekonomi.

Berbagai program pendidikan dan pelatihan, baik di dalam maupun di luar negeri pernah diikutinya, antara lain World Social Security Forum di Moscow (2007); Pension Schemes di London (2004); 3rd Conference on Private Pensions in Asia Pasific Regional INPRIS Meeting di Manila (2003) dan studi banding di Kumpulan Wang Amanat Pencen (KWAP), Social Security Organization (Socso), Lembaga Tabung Angkatan Tentera (LTAT), Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) dan Jabatan Perkhidmatan Awam di Malaysia (2003); studi banding di Government Service Insurance System (GSIS) dan Social Security System (SSS) di Philipina (2001) serta GPF di Thailand (2001). Sertifikasi profesi yang telah diperoleh adalah Chartered Financial Analyst (CFA) level I dari Association for Investment Management and Research (AIMR) USA pada tahun 1999.

Karier bapak dua anak ini berawal sebagai Kepala Seksi Perencanaan (1992-1997). Berikutnya ia ditunjuk sebagai Staf Khusus pada Direktorat Utama (1997-1998), Asisten Manajer Analisis Investasi Langsung (1998-1999), Manajer Humas (1999-2002) dan Manajer Analis Investasi (2002-2005). Kariernya semakin melaju dengan dijabatnya Wakil Kepala Kantor Cabang Bandung (2005-2006), Kepala Cabang Bandung (2006-2007) dan Manajer Utama Divisi Investasi (2007-2008).

Selain berkarier di Taspen, ia pernah diperbantukan di anak perusahaan, yaitu sebagai Anggota Dewan Komisaris di BPR Purnaloka Bhakti Jakarta (1998-1999) dan Sekretaris Dewan Komisaris Arthaloka(2000-2008). Selain itu ia aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi, di antaranya program Magister Manajemen di Universitas Indonesia (2002-2005) dan program S2 di perguruan tinggi lainnya. Pada 15 Januari 2008 ia dilantik Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil sebagai Direktur Investasi Taspen.

[Kembali ke atas]

Direktur Keuangan : Benedicta Maria Tri Lestari

Benedicta Maria Tri Lestari lahir di Yogyakarta, 3 Desember 1956 dan menyandang gelar sarjana akuntansi dari Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus tahun 1983, ia mengawali karier di Perum Astek pada tahun 1984 sebagai staf perencanaan anggaran. Jabatan kepala seksi hingga kepala bagian di lingkungan direktorat keuangan disandangnya sejak tahun 1985 hingga 1996, sedangkan jabatan kepala divisi dijabat sejak tahun 1998 hingga 2002. Dengan berbagai pengalaman selama bergabung di PT Jamsostek (Persero) maka sejak Agustus 2003 hingga 2005 dipercaya sebagai Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Informasi dan sebagai Direktur Keuangan dari 2005-2007. Selanjutnya, sejak Februari 2008 mendapat penugasan sebagai Direktur Keuangan PT Taspen (Persero).

Selain berkarier di Jamsostek dan Taspen, Tri Lestari pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas di Dana Pensiun Karyawan Jamsostek (2001-2003), Komisaris di PT Bank Agro Niaga (2003-Mei 2007), Komisaris Independen di PT Bank Agro Niaga (Mei 2007 – Februari 2008) dan Komite Manajemen Risiko di PT Jamsostek (Persero) pada bulan April 2007 hingga Februari 2008.


Alumni SMA Negeri 3 Yogyakarta ini juga gemar menimba ilmu dari berbagai kursus, seminar dan workshop di dalam maupun luar negeri dalam bidang keuangan, investasi, SDM dan jaminan sosial. Pelatihan/seminar yang pernah diikutinya antara lain Perpajakan yang diadakan BPLK, Depkeu (1992); International Social Security Association Regional Training Course oleh Department of Social Security-Australia (1992), International Health Management Training Program oleh UCLA-Los Angeles (1995); Asian Human Resources Development Congress yang diadakan IPPM-Specialis Management Resources (2006) dan International Internal Auditor Association Seminars dan General Meeting oleh IIA-Korea (2006).

[Kembali ke atas]


Direktur Operasi : Riskintono Rachman

Direktur Operasi - Drs. Mohammad Bar'i, MA

Riskintono Rachman telah lebih dari 25 tahun mengabdikan diri pada Taspen. Awal kariernya dimulai dari Staf Analis Investasi pada 1982. Lima tahun kemudian ia dipromosikan sebagai Kepala Bagian Analis Investasi dan pada 1992-1993 menduduki posisi Analis Investasi Utama. Kariernya semakin cemerlang dengan memegang jabatan penting di berbagai divisi. Lalu pada 2002-2004 lulusan Master of Business Administration dari Amerika Serikat ini diangkat menjadi Kepala Divisi SDM dan Kepala Kantor Cabang Utama Makassar (2004-2005). Sebelum menduduki jabatan sebagai Direktur Operasi Taspen, ia mendapat amanah sebagai Direktur PT Barito Pasific Timber dan PT Satria Balitama-Medco Group.

Selama berkarier di Taspen, Berbagai program pendidikan dan pelatihan, baik di dalam maupun di luar negeri pernah diikutinya, antara lain workshop yang diselenggarakan New Zealand Forestry di New Zealand (1999); Korea Stock Exchange di Korea Selatan (1992); Tokyo Stock Exchange (1987) dan Foreign Exchange oleh Citibank Hongkong (1985). Pria asal Semarang ini juga mengikuti berbagai kursus seperti Korean Securities Industry di Kimbaco, Korea Selatan (1992); Japanese Securities Business di Nomura, Jepang (1987); Foreign Exchange yang diadakan Citibank, Jakarta (1986) dan Short Monetary Course yang diselenggarakan LPPI, Departemen Keuangan Jakarta (1986).


[Kembali ke atas]



Komisaris Utama : Eddy Abdurachman

Eddy Abdurachman mengawali kariernya di lingkungan Departemen Keuangan sejak 1 Oktober 1975. Kariernya cepat menanjak dengan dipangkunya jabatan sebagai Kepala Perwakilan B & C di Tawao, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada tahun 1982. Lalu empat tahun kemudian pria asal Bondowoso ini ditunjuk sebagai Kepala Sub Direktorat Penyusunan Rencana Penerimaan, Dirjen Bea dan Cukai.

Pada tahun 1993 ia terpilih sebagai Kepala Pusat Pengolahan Data dan Informasi Bea dan Cukai, Kepala Kantor Wilayah VII Dirjen Bea dan Cukai Surabaya (1999) dan Kepala Kantor Wilayah XI Dirjen Bea dan Cukai Makassar (2001). Selanjutnya, ia ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai pada tahun 2002 dan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Hubungan Ekonomi Internasional pada tahun 2006. Lalu pada November 2008 ia diserahi mandat sebagai Komisaris Utama PT Taspen (Persero).
Alumni Institut Ilmu Keuangan ini giat mengembangkan pengetahuan dan wawasannya dengan mengikuti berbagai program pendidikan dan pelatihan di dalam dan luar negeri, antara lain Kursus Bendaharawan di Pusdiklat Bea dan Cukai (1980), Sekolah Staf dan Pimpinan Administrasi di Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan (1991), Job Analysis Workshop dan Job Evaluation Workshop di Haygroup (2007) dan Pelatihan “Becoming a Strategy and Performance Fokused” di GML Performance Consulting (2007).

[Kembali ke atas]

Komisaris : Progo Nurdjaman

Pria kelahiran 24 April 1948 ini bukan orang baru di kalangan Taspen dengan jabatannya sebagai Ketua Umum DPN Korpri. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri, Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Direktur Jenderal Pemerintahan Umum, Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Dalam Negeri.

Riwayat pendidikan Progo diawali sebagai sarjana administrasi (1973). Selanjutnya, pada 1994 ia menimba ilmu di The University of Birmingham, Inggris untuk Financial Management Trainer dan Local Government Management and Finance for Senior Official. Setahun kemudian ia mendapat kesempatan mengikuti Reinventing Government Course dan Sustainable Cities Training Course di Research Triangle Institute, North Carolina-Amerika Serikat.

Selama kariernya di Departemen Dalam Negeri, Pemda Provinsi Papua, Komisi Pemilihan Umum dan Dewan Pengawas Bank Pembangunan Daerah, ia dipercaya menangani beberapa peristiwa penting. Progo menjadi Ketua Tim Penyusunan Undang-Undang Pemilu 2003; Ketua Tim Penyusunan Undang-Undang Bidang Politik 2007; Ketua Tim Pemantapan Pemerintahan Darurat Militer Aceh: Ketua Sidang Centre on Integrated Rural Development for Asia and the Pacific (CIRDAP) Governing Council Asia-Pasific di Bangladesh: Pemantau Penyelenggaraan Pemilu Afrika Selatan, India dan Kamboja; serta Ketua Delegasi Indonesia Penyelesaian Masalah Perbatasan Malaysia, Timor-Tmur dan Papua New Guinea.


[Kembali ke atas]

Komisaris : Rahmat

Sejak menamatkan pendidikan pasca sarjana di Public Administration di Carleston University, Canada (1994), karier Rakhmat semakin cemerlang. Ia mendapat amanah sebagai Kepala Kantor Perbendaharaan Negara Tarakan (1995), Kepala Kantor Perbendaharaan Negara Banda Aceh (1999) dan Kepala Bidang PPA II Kanwil Ditjen Anggaran Surabaya (2001). Lima tahun kemudian ia diangkat menjadi Direktur Penyusunan Asumsi Makro dan Direktur Sistem Penganggaran di Dirjen Anggaran pada 2008.

Penerima Satyalancana Karyastya XXX tahun ini menambah pengetahuannya lewat berbagai pelatihan, seperti Implementation of Taxation, Performance Based Budgeting and MTEF oleh Treasury and DoFA, Australia (2007); Couse of Public Expenditure Analysis and Performance Based Budgeting oleh IPEA World Bank di Bangkok (2006) dan Regional Technical Workshop on Performance Based Allocation of Asian Development Fund Resources oleh ADB, Bangkok (2005).

[Kembali ke atas]



Komisaris : Sjahruddin Rasul

Pria Padang ini banyak dikenal masyarakat ketika menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Pemberantasan Korupsi (2003-2007). Sebelumnya ia menjadi Direktur Pengawasan Penerimaan Negara dan Kas pada Direktorat Jenderal Pengawasan Anggaran Negara (1983-1994) dan Direktur Pengawasan Pelaksanaan Fasilitas Pajak, Bea dan Cukai pada Deputi BPKP (1994-1996). Kemudian, pada 1996-2001 ia menjabat sebagai Deputi Bidang Pengawasan Penerimaan Pusat dan Daerah serta Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Akuntabilitas (2001-2003)

Doktor bidang hukum ini dikenal juga sebagai pria berwawasan luas. Berbagai seminar, konferensi dan workshop di dalam dan luar negeri pernah diikutinya. Seperti, Global Forum V on Fighting Corruption and Safeguarding Integrity di Afrika Selatan (2007); KPACT International Forum “Building a Coalition for Anti Corruption and Transparent Society” di Korea Selatan (2006); Sosialisasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk Perwalian RI di Kairo, Sidney, New York, Jenewa, Denhaag dan Praha (2005); Urban Finance Management Training di RTI, North Carolina- Amerika Serikat (1990) dan Development Finance Course in Birmingham di Inggris (1982).

Di sela-sela kesibukannya, ia tetap menjalankan hobi mengajarnya dengan pernah menjadi dosen pasca sarjana Universitas Bung Hatta dan Universitas Islam Riau serta sebagai dosen luar biasa di Universtas Padjajaran.

[Kembali ke atas]

Komisaris : Minto Widodo

Pengalaman Minto Widodo sebagai komisaris telah teruji. Pada tahun 1992 pria kelahiran Semarang ini menjabat sebagai Komisaris PT Kliring dan Jaminan Bursa Komoditi (Persero). Tiga tahun kemudian, ia mendapat amanah sebagai Komisaris Utama di BUMN yang sama. Selanjutnya, Minto Widodo menjabat sebagai Komisaris Utama PT Asuransi Jiwa Sraya (Persero).
Karier Minto sendiri diawali sebagai staf di Departemen Keuangan. Pada tahun 1990 ia menduduki jabatan Kepala Bagian Verifikasi di Bapeksta.Selanjutnya, ia menjadi Kepala Biro Pembebasan di Bapeksta (1993), Kepala Pusat Sistem Informasi Keuangan Daerah di Bintek dan Kepala Kanwil XIV Ditjen Perbendaharaan Yogyakarta di Ditjen Perbendaharaan (2004).

Selama berkarier di Departemen Keuangan, alumni Universitas Gadjah Mada ini mendapat kesempatan menimba ilmu Policy Analysis di Havard Institute International Development (1983) dan program pasca sarjana di bidang ekonomi di Colorado State University, Amerika Serikat (1989).



 
< Sebelumnya
©2005 - 2008 Divisi Teknologi - PT. Taspen (Persero) All Right Reserved, Hak cipta dilindungi
Taspen Corporate