Jakarta - Pentingnya kompetensi bidang
(hard competency) dan
soft competency ditekankan Direktur
SDM Karsidi saat membuka Diklat Kepemimpinan Pratama atau
Corporate Leadership Training Level Basic. Dua jenis kompetensi itu amat diperlukan untuk memupuk rasa percaya diri dalam menghadapi perubahan bisnis dan kebijakan internal maupun eksternal perusahaan.
Di hadapan 37 peserta diklat dari kantor pusat dan kantor cabang utama/kantor cabang, Karsidi menjelaskan adanya temuan audit tentang penurunan kemampuan teknis di beberapa bidang. Di antaranya proses penelitian klim, proses keuangan dan penyampaian
SPTB. Penurunan kualitas ini harus segera ditindaklanjuti, ujarnya.
Selanjutnya, ia berpesan kepada seluruh peserta untuk tidak segan-segan mengeluarkan ide-ide kreatif untuk pengembangan perusahaan. Sebab,
SOP yang ada saat ini bisa berubah mengikuti dinamika korporasi. Memperpendek jalur birokrasi, misalnya.
Sebagai pamungkas Karsidi kembali menegaskan pentingnya kompetensi. Bisa saja Taspen mendatang mendapat tambahan tugas mengelola seluruh pensiun seluruh rakyat. ’’Bila perubahan-perubahan itu terjadi, kita sudah siap,’’ ucapnya.
Diklat kepemimpinan pratama ini diadakan 1-16 Februari di Pusenif dan Hotel Gumilang. Materi yang diberikan mencangkup
hard competency dan
soft competency. Hard competency meliputi fungsi manajemen personalia, fungsi umum, pengendalian internal, manajemen data peserta, fungsi kehumasan dan fungsi kearsipan. Sedangkan materi
soft competency di antaranya materi
problem solving, decision making, risk management dan tata kelola perusahaan.
[pus/dodi]