Bogor - Memahami dan menguasai bidang tugas pekerjaan dan peka terhadap aspirasi yang berkembang merupakan suatu keharusan untuk menjaga kepercayaan nasabah. Setidaknya hal tersebut menjadi komitmen jajaran BPR Purnalokha Bhakti yang kini berubah nama menjadi BPR DP Taspen.
Untuk menyikapi hal tersebut beberapa pekan silam bertempat di Hotel Lembah Nyiur Puncak Jawa Barat digelar pendidikan dan pelatihan Ketaspenan dan Manajemen Risiko Kredit. Arifin Mufti, Direktur Utama BPR, berharap melalui diklat ini jajarannya dapat menambah pengetahuan tentang pengurusan program Taspen yang meliputi pembayaran pensiun dan THT serta administrasi pertanggungjawabannya.
Menurut Arifin, rencana pelatihan tersebut sudah lama ia rancang, bahkan lebih dari dua tahun yang lalu. Namun, baru kali ini bisa terlaksana. Ia yakin pelatihan ini akan membawa dampak positif terhadap kualitas jajarannya. ‘’Seiring dengan pergantian nama ada embel-embel Taspen, kita harus menjaga nama baik Taspen dan berupaya BPR DP Taspen sejajar dengan institusi perbankan lainnya,’’ ucapnya penuh semangat.
Prospek BPR semakin menjanjikan, terlebih namanya dikaitkan dengan Taspen. Momen ini direspon sebagai peluang besar untuk perkembangan BPR ke depan ungkapnya. Pengembangkan layanan terhadap para nasabah, misalnya. BPR hingga saat ini telah membuka layanan kantor cabang di Bogor dan Depok serta kantor Kas Buaran Jakarta dan Kas Bekasi. ’’Kini BPR telah menjadi salah satu pilihan para pensiunan,’’ kata Arifin bangga. Bahkan, lanjut ia, kini nasabahnya mayoritas pensiunan dan masyarakat umum.
Sebagai salah satu mitra bayar, BPR akan sekuat tenaga memberikan layanan yang terbaik. Oleh karena itu tahun 2010 ditetapkan menjadi tahun pensiunan. Artinya pada tahun ini BPR akan lebih keras dalam memberikan layanan tiap bulan kepada para pensiunan. Ia pun menekankan pada jajarannya agar bekerja lebih giat dan tetap menjaga nama baik Taspen.
Kinerja BPR di tahun 2009 menurut Arifin sangat menggembirakan. Sebab, telah melampaui target yang ditetapkan. Diharapkan pada tahun 2010 akan semakin baik. Terlebih lagi dengan diangkatnya Kemas Mahmud sebagai direktur operasi kinerja BPR.
Sementara menurut Direktur Dana Pensiun Taspen Asiwardi Gandhi (DP Taspen selaku pemegang saham, red) pelatihan ini suatu bentuk inisiatif yang positif untuk mengembangkan BPR ke depan. Terlebih pendidikan yang digelar sangat bersentuhan dengan tugas sehari-hari. Bila semua materi dapat dipahami, selain dapat meningkatkan mutu layanan, juga akan menimalisir resiko kredit dan manajemen resiko juga merupakan suatu keharusan yang harus dimiliki oleh jajaran BPR, untuk menjaga kepercayaan nasabah [smy/budi]
|